Tantangan Pendidikan Indonesia
Di Indonesia, hambatan sistemik membatasi akses kelompok rentan untuk hidup sejahtera, sehingga anak-anak dari kelompok rentan juga kehilangan kesempatan mendapat dukungan hidup dan pendidikan yang berkualitas. Pendidikan yang berorientasi pada nilai angka memperburuk tantangan ini sehingga sekolah kesulitan mempersiapkan anak menghadapi tantangan kehidupan nyata setelah sekolah.

Tantangan Keterampilan Dasar
Jutaan masyarakat Indonesia tidak bisa membaca atau menulis. Lebih dari 80% remaja Indonesia berusia 15 tahun kesulitan menguasai kemampuan matematika dasar.
Badan Pusat Statistik (2024). Illiteracy Rate of Population Aged 10+ by Province and Sex. OECD. (2022). PISA 2022 results (Volume I & II): Country notes—Indonesia.

Krisis Guru
Indonesia mengalami kekurangan >150.000 guru, dan kualitas pengajaran yang tidak merata membuat jutaan anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2024). Leong, F. (2025, 10 Februari). Low-quality teachers, rural dropouts, learning divides: Can Asia solve this education crisis?

Kesenjangan Pendidikan dan Pekerjaan
Sekolah tanpa belajar membuat anak tidak berdaya atas kehidupannya. Pengangguran muda tetap tinggi (hampir 6 juta orang), dan lebih dari 100 juta pekerja berpenghasilan di bawah upah minimum.
Christabel, A. (2025, 1 Juni). UMP hanya angka: 109 juta pekerja digaji di bawah upah minimum. Detik Keuangan. Badan Pusat Statistik. (2025). Angkatan kerja (AK) menurut golongan umur.
Tentang Kami


Kami adalah organisasi non-profit yang berfokus membentuk pemimpin masa depan untuk mentransformasi pendidikan dan menciptakan perubahan sistemik di Indonesia.
Visi kami adalah membangun masa depan di mana semua anak di Indonesia memiliki keterampilan dan pola pikir yang dibutuhkan untuk memutus rantai kemiskinan dan meraih masa depan yang lebih cerah.
Terinspirasi oleh jaringan Teach For All, Teach First Indonesia memanfaatkan pembelajaran dari 63 negara untuk membangun program yang berbasis bukti dan berdampak, sehingga setiap anak dapat menerima pendidikan yang berkualitas dan mencapai potensi terbaiknya.
Tim Kami

Najelaa Shihab
Pendiri inisiatif pendidikan, penulis buku

Dewi Soeharto
Pengacara, pendiri inisiatif pendidikan dan amal

Budi Dyah Sitawati
Komisaris Independen Maybank Indonesia

Phillia Wibowo
Pemimpin McKinsey, salah satu pendiri Young Leader for Indonesia

Maudy Ayunda
Penyanyi, Aktris, Pengusaha, Aktivis Pendidikan, Penulis Buku

Handayani Kariko
Komisioner Sekolah Cikal

Dzameer Dzulkifli
Salah satu pendiri Teach For Malaysia, CEO Yayasan Tunku Abdul Rahman

Bukik Setiawan
Ketua Yayasan Guru Belajar, Konsultan PSPK

Cara Riantoputra
CEO
Program Pengembangan Kepemimpinan kami dirancang untuk merekrut dan mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk mengajar selama dua tahun di daerah yang sangat membutuhkan dan mengalami ketidakadilan pendidikan. Bagi para murid, mereka mendapatkan pendidikan berkualitas yang dapat membantu memutus siklus kemiskinan dan berkontribusi bagi komunitas mereka. Sementara itu, para Fellow mendapatkan perjalanan transformasional dengan hidup dan bekerja bersama masyarakat, yang turut membentuk kepemimpinan, membangun perspektif penuh empati, sekaligus mempersiapkan karier mereka di luar ruang kelas.

SEBELUM PROGRAM
Merekrut talenta terbaik
Mencari dan mengembangkan individu terbaik dan penuh empati untuk mengajar di sekolah-sekolah yang membutuhkan guru — dengan menawarkan pelatihan berstandar global dan kesempatan pengembangan karir yang bergengsi dan berdampak.

SELAMA PROGRAM
Mengembangkan kepemimpinan dalam ruang kelas
Para Fellows mengajar selama 2 tahun untuk memperkuat kemampuan dasar literasi, numerasi, dan keterampilan memimpin yang dibutuhkan murid di dunia nyata dan melibatkan komunitas untuk mendorong perubahan yang lebih baik.

SETELAH PROGRAM
Kepemimpinan berkelanjutan
TFi akan menyediakan jejaring, peluang karir, dukungan agar alumni dapat terus berkontribusi mendorong perubahan positif di masyarakat yang berkelanjutan.
Mencapai perubahan sistemik
Melalui anak dan Fellows yang berdaya, kami membentuk ribuan pemimpin yang memiliki kemampuan dan empati untuk mendorong perubahan di kelas, masyarakat, dan membangun masa depan negara yang lebih cerah.
Pertanyaan Umum
Kata 'Fellow' mengacu pada individu-individu bersemangat dan berkomitmen yang kami pilih untuk menjadi bagian dari program kami. Setelah komitmen 2 tahun, para "Fellow" kami kemudian menjadi "Alumni" kami.
Ada dua jenis pelatihan: sebelum penempatan (pelatihan prajabatan) dan selama masa magang (pelatihan dalam jabatan).
Pelatihan prajabatan: sebelum ditempatkan di sekolah, kami akan membekali Anda dengan pelatihan langsung yang intensif secara hybrid untuk mengembangkan potensi kepemimpinan, keterampilan pedagogis, dan manajemen kelas Anda.
Pelatihan dalam jabatan: selama menjalani program pengembangan kepemimpinan, kami akan memberikan pelatihan daring dan tatap muka tentang berbagai topik – di antaranya meliputi: kepemimpinan, keterlibatan masyarakat, advokasi, perencanaan karier, manajemen proyek.
Anda akan mengajar murid di sekolah dasar tingkat atas–yaitu murid yang saat ini berada di kelas empat, lima, atau enam. Sebagai guru kelas, Anda akan mengajarkan berbagai mata pelajaran kepada murid, semuanya berfokus pada pembangunan keterampilan dan pengetahuan dasar mereka. Mata pelajaran spesifik akan disesuaikan dengan kebijakan dan kondisi masing-masing sekolah.
Didukung Oleh







Kontak
email us at hello@teachfirstindonesia.org or fill this form below


